Badan Karantina Pertanian
 

Kementan Resmi Tutup Pemasukan Rockmelon (Cantaloupe) Asal Australia

Administrator 08 Maret 2018 889

Jakarta (8/3) - Menyikapi terjadinya outbreak atau Kejadian Luar Biasa Listeriosis yang disebabkan oleh cemaran bakteri Listeria monocytogenes pada Rockmelon/Cantaloupe (Cucumis melo) asal Nericon, New South Wales, Australia, Badan Karantina Pertanian melalui Surat Edaran telah menginstruksikan kepada seluruh UPT Karantina Pertanian untuk memperketat pengawasan dan kewaspadaan terhadap pemasukan buah utuh atau buah potong Rockmelon/Cantaloupe (Cucumis melo) dari Australia dan/atau ex-impor asal Australia.

Pemasukan Rockmelon/Cantaloupe (Cucumis melo) ke dalam wilayah Indonesia telah resmi ditutup sejak ditetapkannya Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2017/KPTS/KR.040/3/2018 Tentang Penutupan Pemasukan Rockmelon/Cantaloupe (Cucumis melo) Dari Negara Australia Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia, pada tanggal 6 Maret lalu (Lampiran SK Menteri).

Ada beberapa hal yang menjadi poin utama dalam keputusan ini, antara lain:

  1. Penutupan pemasukan Rock Melon (Cantaloupe) yang berasal dari Negara Australia ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
  2. Penutupan Pemasukan diberlakukan terhadap Rock Melon (Cantaloupe) yang dikirim dari Negara Australia sejak tanggal 3 Maret 2018.
  3. Pengiriman sebagaimana diatas baik dilakukan secara langsung maupun transit di negara lain dibuktikan dengan Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB) dan Cargo Manifest.
  4. Pemasukan Rock Melon (Cantaloupe) ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia yang dikirim dari Negara Australia sejak tanggal 3 Maret 2018 dilakukan tindakan penolakan dan/atau pemusnahan.
  5. Tindakan penolakan dan/atau pemusnahan sebagaimana dimaksud dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Karantina tumbuhan.

Kondisi saat ini, berdasarkan data sistem informasi Badan Karantina Pertanian, sejak tahun 2016 sampai saat ini belum ada ekspor Rockmelon/Cantaloupe (Cucumis melo) dari Australia ke Indonesia, sehingga dihimbau kepada masyarakat untuk tidak cemas atau panik dengan kejadian ini dan dihimbau juga agar masyarakat terus mengkonsumsi buah lokal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

 


Related Post