Badan Karantina Pertanian
 

NATIONAL ANIMAL QUARANTINE COORDINATING COMMITEE

Administrator 15 Mei 2018 407

Bogor (15/03), Badan Karantina Pertanian menggelar pertemuan tahunan  NATIONAL ANIMAL QUARANTINE COORDINATING COMMITEE (NAQCC)  yang dibuka secara resmi oleh drh. Sudjarwanto, MM selaku Sekretaris Badan Karantina Pertanian. Pertemuan ini dihadiri oleh Pejabat Struktural dan Fungsional yang berasal dari Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, perwakilan dari UPTKP dan perwakilan dari BBVET/BVET serta PUSVETMA.

 

NAQCC merupakan suatu komite koordinasi dalam mewujudkan kesehatan hewan nasional. Unit-unit jaringan kerja NAQCC terdiri dari laboratorium veteriner yang berada dibawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (BBVET/BVET), BBLITVET, laboratorium veteriner Pemerintah Daerah dan Laboratorium Karantina Hewan. NAQCC mempunyai tugas untuk:

  1. memberi pertimbangan ilmiah dan teknis laboratorium untuk penetapan kebijakan mengenai sistem dan mekanisme pengawasan,pemeriksa, pengujian, surveillance dan monitoring penyakit hewan menular, zoonosis, food borne diseases, residu dan cemaran mikroba dalam kaitan penyelenggaraan tindakan karantina;
  2. melaksanakan jaringan kerja laboratorium veterinary (laboratory network) dengan melibatkan laboratorium terkait untuk membentupengawasan lalu lintas ekspor/impor/antar area terhadap komoditi hewan dan produk-produknya;
  3. merancang program survaillance secara nasional dengan memanfaatkan dan memberdayakan laboratorium veteriner yang ada di setiap lini/regional yang berkaitan dengan penyelenggaraan tindakan karantina hewan;
  4. mempercepat proses akreditasi laboratorium veteriner serta membantu mengembangkan Sistem Informasi Karantina Hewan nasional;
  5. melakukan pertemuan koordinasi laboratorium veteriner secara

Dalam arahannya drh. Sudjarwanto, MM menekankan perlunya kerjasama dengan instansi terkait dalam pelaksanaan perkarantinaan sehubungan dengan program kerja pemerintah dan peningkatan kerjasama laboratorium veteriner dalam pertukaran informasi guna menciptakan jejaring laboratorium veteriner yang solid.


Related Post