Badan Karantina Pertanian
 

WORKSHOP NASIONAL PENGAMATAN HPHK TA 2018

Administrator 05 November 2018 186

(Nusa Dua, 02/11)-Pada hari Rabu -Jumat, 31 Oktober – 2 November 2018, Pusat karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani melaksanakan kegiatan Workshop Nasional Pengamatan HPHK TA 2018. Workshop ini bertujuan untuk mengetahui jenis HPHK yang ada di seluruh Indonesia, mengetahui dinamika situasi dan kondisi HPHK di Indonesia dari tahun ke tahun. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani. Dalam arahannya Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani menyampaikan agar data hasil temuan HPHK ini dapat dikumpulkan dan dapat diakses oleh petugas karantina hewan di seluruh Indonesia dalam bentuk aplikasi peta situasi HPHK yang terus di update sepanjang tahun sehingga kedepannya pemantauan HPHK agar dapat dilakukan sepanjang tahun. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini setiap petugas karantina dapat menganalisa lalulintas Media Pembawa dengan pertimbangan situasi dan kondisi HPHK daerah tujuan.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari UPTKP seluruh Indonesia. Narasumber dalam kegiatan ini yaitu drh. Fadjar Sumping Tjaturasa, PhD (Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian) yang berbicara tentang kebijakan surveilans penyakit hewan pada Direktoret Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan drh. Ewaldus Wera, M.Sc, PhD (Dosen Politeknik Pembanguna Pertanian, Kupang) yang mempresentasikan Analisis Ekonomi veteriner terkait penyebaran HPHK. Dalam presentasinya drh. Fadjar Sumping menyambut baik kegiatan pemantauan yang dilakukan Badan Karantina Pertanian serta mendukung pemantauan setelah dilakukan pelepasan oleh karantina, namun perlu pengaturan agar tidak tumpang tindih dengan surveilans dengan milk Dirjenak. Drh. Ewaldus Wera mengungkapkan bahwa ilmu ekonomi yang dipadukan dengan ilmu veteriner sangat berguna dalam menghitung biaya, keuntungan, kerugian akibat suatu penyakit. Hal ini akan sangat berguna saat kita harus membuat proposal, berpresentasi, dan beragumen dengan para pembuat kebijakan terkait penganggaran sehingga argumen yang di berikan dapat dimengerti dan berdasar perhitungan ilmiah yang kuat.

 

Acara diawali dengan pemaparan dan diskusi dengan narasumber, kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil Pemantauan dari perwakilan Regional Jawa-Madura, Regional Kalimantan, Regional Bali –Nusa Tenggara, Regional Sumatera, Regional Sulawesi-Maluku-Papua. Acara dilanjutkan dengan presentasi hasil pemantauan prioritas regional dari UPT BBKP Soekarno Hatta, BKP I Balikpapan, SKP I Parepare, serta presentasi hasil uji coba dan uji terap dari BBUSKP dan BUTMKP. (YQA)


Related Post